Rabu, Februari 04, 2009

Belajar dari Kaka

Rasa gundah semakin mendera para tifosi AC Milan (termasuk aku :-l )
ketika ayah Kaka mendiskusikan kepindahan anaknya ke Manchester City
medio Januari lalu.
Namun beruntung petinggi I Rossoneri akhirnya mengurungkan niat melego
salah satu aset terbaiknya tersebut.

Ya, kaka batal hijrah ke Manchester City dan akan tetap menjadi bagian
penting di Milan. Dia secara tegas menolak iming iming uang yang
ditawarkan Manchester City . Fakta ini menbuat Kaka semakin dipuja
karena telah menunjukkan kesetiaannya.

Milan memang bukan juragan kaya macam Manchester City yang kononnya
punya pasokan dana berlimpah. Tapi bagi kaka uang bukan segalanya.
Kecintaan dan kesetiaan penyerang asal Brasil itu terhadap klub dan
tifosi Milan atau yang akrab di sebut 'Milanisti' mmbuatnya menutup
mata melihat gaji setinggi langit. Dengan nilai tranfer 100 juta pound
(1,7 trilyun rupiah) , dan gaji 500.000 pound atau 8 milyar rupiah per
pekan
(ckckck, itu uang semua :-O ), akan menjadikan Kaka milyarder muda
jika menyetujui untuk pindah ke MC,
aku sendiri heran kenapa uang sebesar tidak di gunakan untuk menolong
Palestina saja, yang notabenenya adalah negara tetangga dari pemilik
MC sekarang Sheikh Mansoun bin Zayed Al Nahyan.

Fenomena Kaka bisa menjadi pelajaran penting bagi pesepak bola lain
sebagai panutan dan segelintir klub yang terlalu sombong dengan
kekayaan uangnya. Klub macam Real madrid, Chelsea, dan MC mungkin
punya sumber dana yang tiada batasnya. Tapi, bukan berarti mereka bisa
membeli dengan mudah kesetiaan seorang bintang. Tidak ada yang bisa
menandingi kekuatan cinta, antara pemain, klub, dan suporternya. Salut
untuk Kaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya